ANG

Rian dan ayahnya, A Pak, tinggal di sebuah daerah yang memiliki tradisi untuk merayakan cap go meh (15 hari setelah imlek) dengan mengelilingi komplek perumahan mereka sambil membawa sebuah lentera. Tradisi ini semakin menghilang tiap tahunnya dan suasana imlek pun makin tidak terasa. Rian yang baru kehilangan ayahnya pun bertekad untuk menghidupkan kembali suasana imlek tersebut dengan merayakan kembali festival lentera sebagai penghormatan terakhir kepada ayahnya.